Tag Archives: korban injeksi silikon

Artis Jadi Korban Dokter Gadungan Keliling

Dengan peralatan seadanya, pelaku bisa memperbesar payudara dan memutihkan kulit wajah.
Resep Dokter (doc Corbis)

VIVAnews – Polres Metro Jakarta Selatan menangkap seorang pria yang menjadi dokter gadungan. Bahkan pelaku juga mengaku menangani sejumlah perawatan kecantikan terhadap artis.

Dengan peralatan seadanya, pelaku bisa memperbesar payudara dan memutihkan kulit wajah pasiennya.

Tersangka yang memiliki sifat lembut ini adalah Asmari. Dia dilaporkan salah satu pasienya yang tidak mengalami perubahan setelah menjalani perawatan kulit dengannya.

“Ini hanya vitamin saja, buktikan kalau ada yang sakit boleh pukul saya. Artis aja ada yang datang” ujar Asmari, di Polres Jakarta Selatan, Jumat 19 Juni 2009.

Namun, pelaku tidak mau mengatakan siapa artis yang pernah mejadi pasiennya itu.

Setelah diperiksa polisi, pelaku yang ditangkap di kawasan Mampang Prapatan ini ternyata hanya lulusan SMP yang pernah mengikuti kursus kencantikan tujuh tahun lalu.

Karena usaha salonnya bangkrut, Asmari kemudian menjadi dokter keliling mejadi ahliperawatan kecantikan keliling.

Asmari biasanya mematok harga untuk jasa perawatan yang dilakukannya antara Rp 500 ribu hingga Rp 2,5 juta.

Menurut Kepala Satuan Reskrim Polres Jakarta Selatan, Komisaris Subandi mengatakan, pelaku melanggar undang-undang kesehatan pasal 82 nomor 23 tahun 1992 dan pasal 78 undang-undang nomor 29 tahun 2004 tentang praktek kedokteran.

Polisi juga menyita barang bukti 44 suntikan vitamin, jarum suntik, alkohol dan telepon genggam.

Polisi hingga kini masih menyelidiki apakah vitamin maupun obat-obatan yang digunakan pelaku memiliki izin.

• VIVAnews

Korban Suntik Silikon Didera Teror

Keluhan medis dialami sekitar dua tahun usai perawatan kecantikan dokter gadungan.

VIVAnews - Agnes, 30, korban praktik dokter palsu, meminta perlindungan polisi. Ia mendapat sejumlah teror usai mengungkap kasus kriminal sang dokter kecantikan.

“Saya lega setelah bertemu Pak Wakapolda,” kata Agnes di Markas Kepolisian Daerah Metro Jaya, Selasa 23 Juni 2009.

Sejumlah teror masuk melalui pesan singkat di telepon genggam pribadi Agnes. Rangkaian ancaman itu membuat hidup Agnes dan keluarga tak tenang. Isi ancaman itu antara lain, “Tunggu saja pembalasan dari saya.”

Peristiwa bermula sekitar tiga tahun lalu saat Agnes menjalani perawatan kecantikan dr Mery. Dokter yang menjalankan praktik dari rumah ke rumah itu menawarkan perawatan kecantikan dengan sistem paket.

Selain mengonsumsi serangkaian obat kecantikan yang diproduksi sang dokter, Agnes juga menjalani suntik silikon.

Keluhan kesehatan mulai muncul saat memasuki tahun kedua. Kulit wajahnya rusak memerah. Agnes tak sendiri, puluhan pasien lainnya juga menderita gangguan kulit serupa.

Agnes kemudian mencecar legalitas sang dokter. Ternyata dokter kecantikan itu tak dapat menunjukkan surat-surat praktik.

Agnes pun melaporkan dokter itu ke polisi atas tuduhan menjalankan praktik dokter palsu. Sekitar setahun lalu polisi kemudian menangkap sang dokter gadungan dan menyita sejumlah obat kecantikan yang diproduksinya.

Atas perbuatan sembrono sang dokter, Agnes menderita kerugian materi sampai ratusan juta rupiah. “Saat ini semua obat-obatan masih dalam pemeriksaan Badan Pengawas Obat dan Makanan,” ujarnya.

• VIVAnews

Artis Pun Jadi Pasien Dokter Palsu Penyuntik Silikon

Jakarta – Dokter palsu yang ditangkap oleh Polres Jakarta Selatan, memiliki banyak pelanggan. Selama 7 tahun berpraktek, Asmari (45) telah memiliki pasien berjumlah ratusan, di antaranya bahkan artis-artis ibukota.

“Pasien saya banyak ada ratusan. Artis-artis juga pakai,” ujar Asmari saat digelandang di Polres Jakarta Selatan, Jl Wijaya II, Jakarta, Jumat (19/6/2009). Dokter palsu ini ditangkap polisi di Mampang siang tadi.

Asmari mengaku membuka praktek suntik silikon sejak 2002. Lulusan Sekolah dasar (SD) ini tidak mempunyai tempat praktek tetap. Meluasnya layanan suntik silikon Asmari menyebar melalui informasi dari pasien yang satu ke pasien lainnya.

Diakui Asmari, keahliannya menyuntik didapat saat bekerja di sebuah salon. Tapi salon tempatnya bekerja kemudian bangkrut pada tahun 2000. Alhasil, Asmari pun menekuni profesi sebagai dokter palsu khusus suntik silikon.

“Tapi belum ada yang komplain. Belum ada yang infeksi dan rusak jaringan kulitnya, masa saya ditangkap. Kalau ada korbannya, sini tunjukkan,” tambah Asmari membela diri.

Tertangkapnya pria yang mengaku sempat mengenyam pendidikan di bangku Sekolah menengah Pertama (SMP) ini bermula saat polisi menelusuri laporan salah satu pasien Asmari. Asmari ditangkap saat hendak  menyuntikkan silikon ke tubuh pasiennya di kawasan Mampang, Jakarta Pusat.(detiknews)

Sehari 20 Kasus Injeksi Silikon

inmagine.com

inmagine.com

Montok dan menor dengan injeksi silikon bukan berarti tanpa efek samping. Catatan di Poli Bedah RSSA Malang, korban suntikan silikon cair terus bertambah. Dalam sehari bisa 20 kasus terjadi akibat ”efek montok” ini. Bahkan, rata-rata, pasien yang datang sudah dalam kondisi parah.

Kasus terbanyak, silikon cair yang disuntikkan sudah meluber ke sekitar daerah yang disuntik. Misalnya di hidung, dagu, kelopak mata, pipi, payudara, hingga penis. “Pasien-pasien silikon ini umumnya ingin tampil lebih sempurna ketimbang kondisi tubuh aslinya. Tetapi, caranya dengan mengambil jalan pintas dan murah,” jelas dr Herman Joseph LW, SpBP, dokter spesialis bedah kosmetik, plastik, dan rekonstruksi RSSA di ruang kerjanya kemarin.

Injeksi silikon cair itu, jelas dia, memang bisa menghasilkan orang dengan wajah yang sama dan khas. Ini karena kehadiran benda cair yang mengisi wajah. Misalnya di dagu, bibir, hidung, dan sebagainya. Hal ini sangat berbahaya. Sebab, sifatnya cair dan menyebar ke mana-mana serta terus mengikuti gaya gravitasi.

“Bahayanya, silikon ini mudah masuk ke dalam pembuluh darah hingga bisa menyebabkan penyumbatan ke areal lokasi di mana silikon disuntikkan,” jelas dokter lulusan spesialis bedah plastik FK Unair 2004 ini.

Masalah yang timbul akibat suntikan silikon cair ini adalah silikonoma. Penyakit ini timbul akibat dari silikon cair yang berbentuk seperti tumor (benjolan). Kasus tertinggi adalah pada wajah, payudara, penis, dan bibir. Wajah bisa meliputi hidung, dagu, kelopak mata, dan pipi.

Tren akhir-akhir ini, kasus paling banyak adalah penyuntikan silikon pada penis. Ini hal baru, asal pasiennya banyak dari Pasuruan dan Probolinggo karena ada jasa suntik silikon keliling sehingga banyak yang tergiur. “Rata-rata kasus suntik silikon penis ini masuk sekitar 3 kasus baru per bulannya,” ujar dia.

Reaksi akibat suntikan silikon cair ini, sambung dia, biasanya berupa reaksi alergi termasuk reaksi alergi tipe IV (dengan kemunculan sangat lambat) dan tidak langsung dirasakan. Sebab, rata-rata dampak reaksi alergi dari silikon cair ini bisa hadir sekitar lima tahun kemudian sejak zat tersebut disuntikkan.

Misalnya, pasien yang datang pada tahun ini, berarti suntik silikonnya terjadi sekitar 2003. “Memang, pada awal disuntikkan, hasilnya langsung tampak bagus sekali. Ketika sudah sampai lebih dari lima tahun, baru terjadi rasa panas, bengkak, sampai-sampai wajah tidak berbentuk. Proses seperti ini silikon cair sudah meluber ke mana-mana,” papar dia.

Bagaimana penanganan pasien yang sudah bengkak akibat silikon? Herman Joseph memaparkan, penanganan pasien silikon cair ini dilakukan debulking (pembuangan silikon sebagian). Silikon tidak bisa dibuang semuanya, karena sudah telanjur menyebar ke lapisan dermis kulit. Juga, silikon cair tidak bisa disedot. Langkah lain adalah eksisi (dibuang secara tajam) atau dikerok.

Silikon yang sudah dibuang bentuknya gumpalan mirip sekumpulan daging bakso yang diberi borax. Kadang-kadang ada bulatan-bulatan kecil seperti mutiara yang isinya silikon cair.

Herman menyebut bahwa silikon cair ini sekitar 1950-an bisa menambal sesuatu yang lubang dan mengencangkan kulit yang berkerut. Lalu, pada 1974 lembaga Food Drug Administration (FDA) memberikan kritik pemakaian silikon cair.

Produk injeksi yang aman tetap ada, tetapi harus dilakukan oleh dokter bedah plastik atau dokter ahli yang terlatih seputar beauty clinic. Produk injeksi yang aman antara lain: filler (pengisi), produk ini sangat aman namun juga mahal. Rata-rata tarifnya sekitar Rp 2 juta-Rp 2,5 juta per lokasi filler.

Di dunia medis, penanganan bedah plastik untuk menyempurnakan kekurangan tubuh juga menggunakan bahan silikon. Namun, silikon yang dipakai adalah silikon padat yang tahan sampai kapan pun. Silikon padat ini mudah dibentuk sesuai dengan kemauan dokter yang mendesain bentuk ukuran silikon yang dibutuhkan pasien.

“Silikon padat ini, bisa dimanfaatkan untuk memancungkan hidung, memajukan dagu, memajukan tulang pipi, hingga mengganti sendi-sendi jari,” papar Herman.

Silikon padat ini memang masuk kategori operasi bedah plastik yang mahal. Satu lokasi saja rata-rata membutuhkan biaya sekitar Rp 5 juta. Permintaan tertinggi adalah perbaikan bentuk payudara, hidung, dan kelopak mata.

Herman mengatakan operasi silikon padat ini disebut sebagai lunch time surgery dengan bius lokal. Operasi ini dilakukan sekitar 30-45 menit saja. Lalu, setelah operasi pasien bisa beraktivitas seperti biasa. Operasi pemasangan silikon padat ini, harus memperhatikan blok saraf di sekitar daerah yang akan dipasang silikon.

Pemasangan silikon padat untuk payudara misalnya, memperhatikan berat badan, tinggi badan, lebar dada, dan lingkar dada. Hanya saja, silikon padat ini tidak boleh dipasang ke penis. “Khusus penis, hanya bisa dilakukan operasi membesarkan batang penis saja,” ujarnya.(jawapos.com)